Home LifestyleArt & CultureSensasi Fosfena Pasca Menantang Sinar Surya – Rangga Aputra Solo Exhibition di D Gallerie Jakarta

Sensasi Fosfena Pasca Menantang Sinar Surya – Rangga Aputra Solo Exhibition di D Gallerie Jakarta

by Syahmedi Dean
0 comments
Bagikan

Pernahkah kalian melihat ada sensasi di dalam kelopak mata ketika kalian memejamkan mata setelah sekilas menantang cahaya matahari? Apakah kalian menikmatinya? Seniman Rangga Aputra, sangat menikmatinya, ia menikmati bayangan sisa cahaya (afterimage) setelah menatap sumber cahaya, lalu ia manifestasikan ke atas kanvas dengan cat minyak yang bebas merayap riang gembira. Lalu memamerkannya dengan gamblang di D Gallerie, Jakarta Selatan.

Meditation and Metamorphosis of Plants 2025 – 200 x 300 cm – oil on canvas

Apakah Fosfena?

Sensasi ini bernama Fosfena, sensasi melihat cahaya, kilatan, atau pola visual meskipun tidak ada cahaya yang benar-benar masuk ke mata. Biasanya Fosfena  muncul ketika mata ditekan atau dipijat lembut; terpapar cahaya terang lalu mata dipejamkan (afterimage/retinal bleaching); aktivitas listrik spontan pada retina atau saraf optik. Umumnya, pasca mengalami fosfena, orang melupakannya begitu saja, tetapi Rangga Aputra memang beda, ia memindahkan apa yang ada di dalam kelopak matanya ke atas kanvas sebesar 2 x 3 meter, berjudul Meditation and Metamorphosis of Plants.

Antar Gelombang dalam Ruang Merah 2025 – 170 x 210 cm – oil on canvas

Fosfena di Kanvas Rangga Aputra

Cukup menggetarkan, fosfena yang ia alami tertebar nyata untuk publik di atas kanvas. Komposisi warna perpaduan redup di latar, lalu sulur-sulur electric menari-nari random dengan warna-warna primer dan sekunder. Sesekali ada sulur yang seperti dedaunan dan flora. “Saya memaknainya sebagai alam bawah sadar yang menuntun saya untuk merasakan kesegaran melalui visual,” ujar Rangga. Di dalam fosfenanya, Rangga memunculkan memori, seperti puing dan pilar, dan tanaman-tanaman. “Merawat tanaman juga menjadi hobi baru saya saat ini, lalu saya kombinasikan dengan bias cahaya, sehingga muncul fantasi baru yang bisa dirasakan keberadaannya.”

Berkelindan dalam Ruang Merah 2025 – 170 x 210 cm – oil on canvas

Rangga di dalam Kelopak Mata Kita

Mayoritas karya-karya Rangga di pamerkan kali ini berlatar belakang gelap, lalu ada semacam bias cahaya yang menerang, persis layaknya bagian dalam kelopak mata kita. “Saya memulainya dengan struktur awal pada latar bergradasi atau pun blok yang berlapis, kemudian diikuti dengan sulur-sulur dan bias cahaya terus berulang namun memiliki ritme hingga lapisan semakin tiggi semakin tebal. Saya menggunakan cat minyak yang dimasukkan ke dalam plastic lalu menekannya dengan perbedaan tekanan dan membentuknya sedemikian rupa.”

Let the Light in #2 2025 – 150 x 220 cm – oil on canvas

D Gallerie dan Backlit

Pameran berlangsung elegan di D Gallerie dengan desain interior yang baru, luas kubus, dengan tata cahaya Backlit Ceiling yang modern, lembut benderang persegi empat di langit-langit. Lukisan-lukisan terpampang jelas tanpa bayang dan pantulan. Sehingga imajinasi Rangga bisa menyeruak sempurna. Membuat kita langsung bertanya, “Gambar apa ini, Rangga?” Namun, jika kita tak ingin bertanya, murni hanya ingin menikmati langsung apa yang kita lihat, kita akan merasakan satu kemerdekaan gerak tangan yang lentur, ringan, melayang.

Kemudian Muncullah Kunang-Kunang di Mataku 2025 – 150 x 150 cm – oil on canvas

Mari Main Fosfena

Lebih seru lagi jika kita mengembangkan sensasi fosfena Rangga. Begini caranya, pilih salah satu karya Rangga, lalu kalian perhatikan dalam-dalam, kemudian kalian tutup mata, coba ceritakan, fosfena apa yang kalian lihat. Tetapi kalau kalian susah fokus, ketika kalian berada di D Gallerie (pameran berlangsung dari tanggal 13 September ke 16 Oktober 2025), pilih salah satu, dan kalian jadikan koleksi untuk dibawa pulang.

Rhapsody in Absurdity 2025 – 172 x 142 cm – oil on canvas

Surfing Over the Vibrating Colours 2025 – 150 x 150 cm – oil on canvas


Bagikan

You may also like

UA-98339383-1