Pernahkah kalian melihat ada sensasi di dalam kelopak mata ketika kalian memejamkan mata setelah sekilas menantang cahaya matahari? Apakah kalian menikmatinya? Seniman Rangga Aputra, sangat menikmatinya, ia menikmati bayangan sisa cahaya (afterimage) setelah menatap sumber cahaya, lalu ia manifestasikan ke atas kanvas dengan cat minyak yang bebas merayap riang gembira. Lalu memamerkannya dengan gamblang di D Gallerie, Jakarta Selatan.

Apakah Fosfena?
Sensasi ini bernama Fosfena, sensasi melihat cahaya, kilatan, atau pola visual meskipun tidak ada cahaya yang benar-benar masuk ke mata. Biasanya Fosfena muncul ketika mata ditekan atau dipijat lembut; terpapar cahaya terang lalu mata dipejamkan (afterimage/retinal bleaching); aktivitas listrik spontan pada retina atau saraf optik. Umumnya, pasca mengalami fosfena, orang melupakannya begitu saja, tetapi Rangga Aputra memang beda, ia memindahkan apa yang ada di dalam kelopak matanya ke atas kanvas sebesar 2 x 3 meter, berjudul Meditation and Metamorphosis of Plants.

Fosfena di Kanvas Rangga Aputra
Cukup menggetarkan, fosfena yang ia alami tertebar nyata untuk publik di atas kanvas. Komposisi warna perpaduan redup di latar, lalu sulur-sulur electric menari-nari random dengan warna-warna primer dan sekunder. Sesekali ada sulur yang seperti dedaunan dan flora. “Saya memaknainya sebagai alam bawah sadar yang menuntun saya untuk merasakan kesegaran melalui visual,” ujar Rangga. Di dalam fosfenanya, Rangga memunculkan memori, seperti puing dan pilar, dan tanaman-tanaman. “Merawat tanaman juga menjadi hobi baru saya saat ini, lalu saya kombinasikan dengan bias cahaya, sehingga muncul fantasi baru yang bisa dirasakan keberadaannya.”

Rangga di dalam Kelopak Mata Kita
Mayoritas karya-karya Rangga di pamerkan kali ini berlatar belakang gelap, lalu ada semacam bias cahaya yang menerang, persis layaknya bagian dalam kelopak mata kita. “Saya memulainya dengan struktur awal pada latar bergradasi atau pun blok yang berlapis, kemudian diikuti dengan sulur-sulur dan bias cahaya terus berulang namun memiliki ritme hingga lapisan semakin tiggi semakin tebal. Saya menggunakan cat minyak yang dimasukkan ke dalam plastic lalu menekannya dengan perbedaan tekanan dan membentuknya sedemikian rupa.”

D Gallerie dan Backlit
Pameran berlangsung elegan di D Gallerie dengan desain interior yang baru, luas kubus, dengan tata cahaya Backlit Ceiling yang modern, lembut benderang persegi empat di langit-langit. Lukisan-lukisan terpampang jelas tanpa bayang dan pantulan. Sehingga imajinasi Rangga bisa menyeruak sempurna. Membuat kita langsung bertanya, “Gambar apa ini, Rangga?” Namun, jika kita tak ingin bertanya, murni hanya ingin menikmati langsung apa yang kita lihat, kita akan merasakan satu kemerdekaan gerak tangan yang lentur, ringan, melayang.

Mari Main Fosfena
Lebih seru lagi jika kita mengembangkan sensasi fosfena Rangga. Begini caranya, pilih salah satu karya Rangga, lalu kalian perhatikan dalam-dalam, kemudian kalian tutup mata, coba ceritakan, fosfena apa yang kalian lihat. Tetapi kalau kalian susah fokus, ketika kalian berada di D Gallerie (pameran berlangsung dari tanggal 13 September ke 16 Oktober 2025), pilih salah satu, dan kalian jadikan koleksi untuk dibawa pulang.




