Di Tabanan, Bali, satu babak baru dunia seni dan arsitektur sedang dipersiapkan: Eugene Museum, rancangan arsitek Andra Matin, dijadwalkan resmi dibuka padapertengahan tahun 2026. Dengan lanskap persawahan yang direvitalisasi dan fasad bata terakota buatan tangan, museum ini bukan hanya ruang seni, melainkan juga pernyataan dialog antara alam, manusia, dan kreativitas. Museum ini akan menampilkan lebih dari 15 karya permanen Eugene Kangawa, menjadikannya destinasi seni kelas dunia yang menautkan Bali dengan jaringan kreatif internasional.

“Light and Shadow Inside Me”
Pusat perhatian dari pembukaan Eugene Museum adalah “Light and Shadow Inside Me”, karya Kangawa yang kemudian diterjemahkan ke dalam tekstil inovatif oleh A-POC ABLE ISSEY MIYAKE. Proyek ini merupakan hasil percakapan kreatif selama tiga tahun antara Kangawa dan Yoshiyuki Miyamae, yang berpuncak pada koleksi permanen museum sekaligus pameran khusus di Art Basel Paris, Oktober 2025. Kolaborasi lintas disiplin ini menegaskan bagaimana seni visual bisa bertransformasi menjadi bahasa busana, mengaburkan batas antara galeri dan catwalk.

Eksperimen Fotogram Eugene Kangawa
Karya Kangawa sendiri berakar dari eksperimen fotogram—memanfaatkan cahaya dan bayangan sebagai medium utama. Dalam seri Light and Shadow Inside Me, kertas foto dilipat, dijemur, dan diekspos cahaya hingga menciptakan komposisi monokrom yang nyaris spiritual. Teknik ini kemudian diparalelkan dengan struktur kain oleh ISSEY MIYAKE: hanya dengan benang hitam dan putih, tim desain menciptakan gradasi halus lewat kerapatan tenun, tanpa bantuan pewarna. Hasilnya adalah tekstil yang bukan sekadar kain, melainkan narasi tentang eksistensi, cahaya, dan waktu.

Eugene Museum Bali – konsep museum hidup
Dirancang untuk lebih dari sekadar kunjungan biasa, Eugene Museum Bali menawarkan pengalaman mendalam—mulai dari ruang galeri hingga program akomodasi semalam, di mana pengunjung dapat menyaksikan karya Kangawa seiring perubahan cahaya senja. Inilah sebuah konsep museum hidup, di mana seni tidak berhenti di dinding, melainkan hadir dalam ritme alam dan interaksi manusia. Bagi para kolektor, kurator, maupun penikmat seni, museum ini menjadi jembatan antara tradisi lokal dan inovasi global.

Eugene Kangawa X ISSEY MIYAKE
Dengan menghadirkan kolaborasi antara Eugene Kangawa dan ISSEY MIYAKE, Eugene Museum bukan hanya sebuah institusi seni baru di Asia, melainkan landmark budaya yang mengajukan pertanyaan filosofis tentang keberadaan manusia. Seni, busana, arsitektur, dan alam berpadu menjadi satu ekosistem yang akan menempatkan Bali pada peta seni internasional. Dan dari sana, cahaya serta bayangan akan terus bermain—tidak hanya di atas karya, tapi juga di benak setiap pengunjung yang datang.




